البحث

عبارات مقترحة:

الحسيب

 (الحَسِيب) اسمٌ من أسماء الله الحسنى، يدل على أن اللهَ يكفي...

القابض

كلمة (القابض) في اللغة اسم فاعل من القَبْض، وهو أخذ الشيء، وهو ضد...

المقدم

كلمة (المقدِّم) في اللغة اسم فاعل من التقديم، وهو جعل الشيء...

Dari Abu Ubaid, mantan budak sahaya Ibnu Azhar, ia berkata, "Aku menghadiri hari raya bersama Umar bin Al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu- lalu ia berkata, 'Pada dua hari ini Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melarang kita untuk berpuasa; hari berbuka dari puasa kalian (Idul Fitri) dan hari lainnya saat kalian makan sembelihan kalian (Idul Adha). '"

شرح الحديث :

Allah -'Azza wa Jalla- menjadikan dua hari untuk kaum muslimin. Masing-masing hari raya ini berkaitan dengan syiar agama. Hari raya Idul fitri berkaitan dengan kesempurnaan puasa. Dengan demikian, kewajiban seorang muslim adalah berbuka pada hari itu untuk bersyukur kepada Allah -'Azza wa Jalla- atas kesempurnaan nikmat puasa dan memperlihatkan kenikmatan berbuka yang telah diperintahkan Allah setelah puasa. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur." Adapun hari kedua adalah hari Idul adha. Ini berkaitan dengan syiar sembelihan dan kurban. Sesungguhnya manusia memberikan sembelihan, berkurban dan memperlihatkan syiar-syiar Allah -Ta'ālā- dengan makan sembelihan itu. Dengan demikian, diwajibkan bagi orang muslim untuk berbuka di kedua hari itu dan diharamkan untuk berpuasa padanya.


ترجمة هذا الحديث متوفرة باللغات التالية